Minyak Tembus US$100 per Barel, Baja Lokal Terjepit Ongkos Logistik
Kenaikan harga minyak mentah dunia ke atas US$100 per barel berpotensi semakin menekan daya saing industri baja nasional. Pasalnya, kenaikan harga minyak tidak hanya berdampak pada bahan bakar, tetapi juga merembet ke biaya transportasi, angkutan laut, freight, asuransi, hingga distribusi produk.
Direktur Eksekutif Indonesian Iron and Steel Industry (IISIA) Harry Warganegara mengatakan, kenaikan biaya logistik dapat mengurangi daya saing produsen baja domestik, terutama untuk produk yang harus didistribusikan dalam jarak jauh.
Kondisi tersebut menjadi tantangan ketika produsen nasional juga menghadapi persaingan ketat dengan produk impor yang harganya kompetitif. “Yang menjadi perhatian IISIA adalah jangan sampai produsen domestik menghadapi kombinasi biaya energi dan logistik yang meningkat, sementara pada saat yang sama harus berhadapan dengan produk impor yang masuk dengan harga sangat kompetitif atau bahkan terindikasi mengalami distorsi perdagangan,” ujar Harry kepada Bisnis, dikutip Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, kenaikan harga minyak dunia memang tidak secara langsung membuat biaya produksi baja meningkat dalam proporsi yang sama. Namun, dampaknya dapat terasa melalui biaya transportasi bahan baku dan produk, penggunaan bahan bakar dalam operasional, serta kenaikan biaya energi dan logistik secara umum.
Harry menuturkan, gangguan pasokan dan ketegangan geopolitik juga dapat memperbesar tekanan terhadap biaya logistik. Gangguan pada jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb berpotensi meningkatkan waktu tempuh, biaya bahan bakar pelayaran, freight, asuransi, dan biaya distribusi.
Dari sisi perdagangan, pemerintah juga diminta memperkuat pengawasan terhadap praktik perdagangan tidak sehat, termasuk dumping, circumvention, dan berbagai bentuk distorsi perdagangan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan level playing field tanpa menghambat perdagangan yang sehat.
Dia menambahkan, energi yang kompetitif dan andal, logistik yang efisien, pasar yang adil, serta dukungan terhadap peningkatan produktivitas dan pengembangan produk bernilai tambah akan memperkuat ketahanan industri baja nasional menghadapi volatilitas harga energi dan ketidakpastian geopolitik global.